Pengajian

Gandeng BWA Yogyakarta, Warga Sutopadan Awali Ahad Pagi dengan Zikir Istighfar dan Semangat Wakaf Nusantara

A
Admin As-Salam
10 Juli 2026 5 mnt baca 8 views
Gandeng BWA Yogyakarta, Warga Sutopadan Awali Ahad Pagi dengan Zikir Istighfar dan Semangat Wakaf Nusantara
Dengarkan Rekaman Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Deretan shaf shalat Subuh berjamaah yang kokoh kembali mengawali keberkahan di Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul. Namun, suasana Ahad pagi kali ini terasa sedikit berbeda dan semakin istimewa. Pihak Takmir Masjid As-Salam menggelar kolaborasi syiar bersama lembaga kemanusiaan nasional, Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) Kantor Perwakilan Yogyakarta. Majelis ilmu yang dihadiri oleh puluhan warga ini menghadirkan perwakilan penceramah dari BWA, Ustadz Bramantyo Suryo Nugroho.

 

Membuka ceramahnya dengan untaian tahmid yang syahdu, Ustadz Bramantyo menyampaikan salam hangat sekaligus mendoakan kesehatan bagi seluruh jamaah Masjid As-Salam yang hadir. Mengutip pandangan ulama besar Imam Al-Ghazali, beliau mengingatkan jamaah mengenai tingkatan rasa syukur yang paling mendasar dan mudah untuk dipraktikkan oleh setiap lisan manusia.

"Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa bentuk syukur yang paling ringan dan paling mudah dilakukan oleh seorang hamba adalah syukur menggunakan lisan, yakni dengan merutinkan kalimat tahmid, Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Hal ini selaras dengan perintah Allah SWT dalam penutup Surah Ad-Duha agar kita senantiasa menyiarkan dan menceritakan nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita sehari-hari."

Beliau menyentil kebiasaan manusia yang sering kali baru mau bersyukur jika mendapatkan keuntungan materi yang besar dalam berniaga, namun merasa berat dan kaku lisannya saat keuntungan yang didapat hanya sedikit. Padahal, karunia Allah begitu luas dan tidak boleh disempitkan hanya sebatas harta benda.

 

Merujuk pada Surah Al-Kautsar ayat 1, penggunaan kata "Kami" (Inna a'tainakal kautsar) menunjukkan keagungan Allah (lit-ta'dzim) dalam melimpahkan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Langkah kaki jamaah yang dimudahkan untuk bangun di waktu fajar, lalu melangkah ke masjid demi mendirikan shalat Subuh berjamaah, merupakan sebuah mahkota kenikmatan eksklusif yang menjadi bukti nyata tanda cinta Allah kepada hamba-Nya.

Pintu Ampunan yang Luas dan Keutamaan Sayyidul Istighfar

Selain merawat rasa syukur, Ustadz Bramantyo menekankan bahwa memohon ampunan melalui istighfar adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi manusia. Istighfar merupakan jalur utama pembersih noda dosa agar doa-doa yang dipanjatkan seorang hamba segera diijabah oleh Allah SWT. Mengutip sebuah Hadis Qudsi, Allah SWT menegaskan: "Fastaghfiruni aghfir lakum" (Mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu).

 

Untuk meyakinkan hati jamaah agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, beliau mengisahkan sebuah riwayat shahih (Bukhari & Muslim) tentang seorang pembunuh yang telah merenggut 99 nyawa manusia.

Ketika sang pembunuh mendatangi kiai pertama untuk bertanya tentang peluang taubat, sang kiai menjawab bahwa dosanya terlalu besar karena membunuh satu nyawa saja setara dengan membunuh seluruh umat manusia. Merasa putus asa dan marah, sang pembunuh akhirnya menghabisi kiai tersebut hingga genap mencabut 100 nyawa. Namun, pencarian spiritualnya belum berhenti. Ia kemudian mendatangi ulama lain yang jauh lebih berilmu.

 

Ulama kedua dengan bijak menjawab bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka luas bagi siapa pun (Innallaha yaghfirudz dzunuba jami'an), lalu menyarankannya untuk segera berhijrah meninggalkan lingkungan lamanya yang buruk. Di tengah perjalanan hijrah menuju desa orang-orang shalih, sang pembunuh wafat dan akhirnya diputuskan oleh Allah sebagai ahli surga karena rahmat dan luasnya ampunan-Nya.

 

Ustadz Bramantyo mengajak jamaah untuk senantiasa membasahi lisan dengan istighfar di setiap aktivitas harian, baik saat bekerja, bersantai, maupun berkendara. Beliau menuntun jamaah untuk menghafal dan mengamalkan doa Sayyidul Istighfar (rajanya istighfar) sebagai puncak permohonan ampunan terbaik yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Menebar Jariyah Melalui Gerakan Wakaf Al-Qur'an Nusantara

Pada sesi paruh kedua kajian, Ustadz Bramantyo selaku perwakilan BWA Yogyakarta mengajak seluruh jamaah Masjid As-Salam Sutopadan untuk mengimplementasikan karakteristik orang bertakwa yang termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 133-134. Ciri utama dari hamba pilihan tersebut adalah mereka yang senantiasa bersegera menjemput ampunan dan gemar menginfakkan sebagian hartanya, baik dalam keadaan lapang (sarra') maupun dalam kondisi sempit (dharra') sesuai kapasitasnya masing-masing.

 

Sebagai wujud pertanggungjawaban publik dan syiar dakwah, BWA menayangkan sebuah video singkat di hadapan jamaah yang memperlihatkan perjuangan tim lapangan dalam mendistribusikan puluhan ribu mushaf Al-Qur'an ke wilayah pelosok tanah air yang mengalami kelangkaan kitab suci.

Berikut adalah beberapa peta sebaran penyaluran mushaf Al-Qur'an beserta program pembinaan yang telah sukses dijalankan oleh BWA:

  • September 2024: Sukses mendistribusikan sebanyak 40.000 mushaf Al-Qur'an ke wilayah Maluku Utara.

  • Oktober 2024: Menyalurkan 20.000 mushaf ke wilayah Gorontalo dan disusul 40.000 mushaf ke daerah Kalimantan Tengah.

  • Awal November 2024: Berhasil mengirimkan dan membagikan 40.000 mushaf Al-Qur'an ke pelosok Lampung.

  • Agenda Strategis ke Depan: BWA sedang mempersiapkan proyek akbar pengiriman 40.000 mushaf Al-Qur'an gelombang berikutnya untuk disebar ke wilayah Kalimantan Timur, khususnya di area sekitar Balikpapan dan sekitarnya.

Ustadz Bramantyo mengingatkan janji Allah SWT bahwa setiap harta yang diwakafkan di jalan-Nya tidak akan pernah berkurang, melainkan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat, layaknya sebutir benih yang menumbuhkan 7 tangkai, di mana setiap tangkainya menghasilkan 100 biji baru. Pihak BWA menyampaikan ucapan Jazakumullahu khairan katsiran atas antusiasme dan partisipasi nyata dari para donatur dan jamaah Masjid As-Salam Sutopadan dalam mendukung pembebasan buta aksara Al-Qur'an di pelosok nusantara.

 

Kajian shubuh yang sarat akan ilmu, sejarah, dan nilai sosial ini ditutup dengan untaian doa bersama agar diri, keluarga, serta seluruh anak keturunan jamaah senantiasa dijaga oleh Allah SWT dan diberikan keistiqomahan dalam berbuat kebaikan. Usai majelis dibubarkan, kehangatan jamaah berlanjut di halaman masjid dengan menikmati hidangan sarapan bersama yang disediakan oleh panitia takmir.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.

Layanan ZIS As-Salam

Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda

Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.

BSI

Bank Syariah Indonesia (451)

7325 1906 68

Atas Nama Rekening

ZIS ASSALAM SUTOPADAN

Konfirmasi & Donasi via Web

Transaksi Aman & Terverifikasi