BANTUL - Ruang utama Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul kembali dipadati oleh ratusan jamaah pada agenda rutin Pengajian MAJUWA (Malam Jumat Wage). Pengajian berkala ini diawali dengan penyampaian sambutan serta permohonan doa restu dari Ketua Takmir Masjid As-Salam Sutopadan, Bapak Mardono, S.Ag., untuk para santri masjid As-Salam yang akan berlaga mewakili masjid dalam ajang Festival Anak Soleh di tingkat Kabupaten Bantul. Beliau berharap para santri diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesehatan selama perlombaan sehingga mampu meraih hasil yang membanggakan bagi warga dan jamaah.
Memasuki sesi utama pengajian, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Daryanto Muballighin, S.Pd.I. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan diselingi humor khas, beliau mengajak jamaah merenungi hakikat perjalanan hidup, bertambahnya usia, dan pentingnya menyikapi setiap ujian dengan keikhlasan.
"Dunia itu sepele ketika kita sedang bingung dan banyak masalah. Datangilah kuburan untuk melihat bahwa orang-orang yang sudah meninggal di bawah tanah sangat berkeinginan kembali ke dunia walau hanya satu kedipan mata untuk berbuat baik. Kita adalah hamba yang masih punya kesempatan itu."
Analogi Dokter dan Bengkel Motor
Dalam ceramahnya, Ustadz Daryanto memberikan perumpamaan sederhana mengenai perilaku manusia. Ketika tubuh merasa sakit, orang akan bergegas mendatangi dokter. Begitu pula saat sepeda motor mogok, pemiliknya segera membawanya ke bengkel. Di sana, dokter maupun teknisi bengkel akan bertanya terlebih dahulu mengenai kerusakan atau penyakit yang dialami sebelum bertindak.
Namun, saat menghadapi himpitan masalah hidup, manusia kerap lupa untuk langsung bersimpuh kepada Allah SWT. Padahal, Allah Maha Mengetahui setiap beban hambanya bahkan tanpa perlu dijelaskan, dan hanya Dialah yang memiliki kuasa penuh untuk memberikan jalan keluar.
Kuasa Kun Fayaakun dan Ujian sebagai Gizi Rohani
Ustadz Daryanto menekankan pentingnya meyakini kekuasaan Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah Yasin ayat 82: "Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an ay yaquula lahuu kun fa-yakuun" (Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka jadilah ia).
Beliau menjelaskan bahwa ujian hidup bukanlah bentuk kebencian Allah, melainkan "gizi rohani" dan bentuk kasih sayang agar hamba-Nya mau tertunduk, berdoa, dan meneteskan air mata di atas sajadah. Mengutip pesan Al-Qur'an dalam Surah Ali 'Imran ayat 26–27, beliau mengingatkan bahwa segala keputusan nasib, takdir, dan rezeki berada sepenuhnya di tangan Allah SWT.
6 Kunci Ketenangan Jiwa Menurut Ustadz Daryanto
Di penghujung tausiyahnya, Ustadz Daryanto Muballighin membagikan enam amalan utama untuk menjaga ketenangan jiwa saat diterpa persoalan hidup:
-
Menjaga Wudhu: Menjaga kesucian diri agar hati senantiasa tenang dan pikiran terhindar dari gelisah.
-
Mendirikan Shalat: Menjadikan shalat sebagai tempat mengadu dan penolong utama.
-
Membaca Al-Qur'an: Menjadikan Al-Qur'an sebagai penawar (syifa) dan petunjuk hidup.
-
Memperbanyak Doa: Memohon pertolongan secara langsung kepada Sang Pencipta.
-
Tawakal dan Ikhlas: Pasrah atas segala kehendak Allah tanpa berprasangka buruk.
-
Bersedekah: Mengikhlaskan sebagian harta di jalan Allah. Harta yang ditiadakan melalui sedekah justru akan menjadi penolong yang abadi di alam kubur dan akhirat kelak.
Rangkaian pengajian MAJUWA ditutup dengan santap malam bersama dan ramah tamah antar jamaah.
Topik Terkait:
Penulis Berita
Admin As-Salam
Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.
Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda
Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.
Bank Syariah Indonesia (451)
7325 1906 68
Atas Nama Rekening
ZIS ASSALAM SUTOPADAN
Transaksi Aman & Terverifikasi