Pengajian

Dibersamai Ustadz Bagus Abu Alula, Kajian Ahad Pagi Masjid As-Salam Sutopadan Kupas Tuntas Amalan di Usia Senja

A
Admin As-Salam
29 Mei 2026 4 mnt baca 38 views
Dibersamai Ustadz Bagus Abu Alula, Kajian Ahad Pagi Masjid As-Salam Sutopadan Kupas Tuntas Amalan di Usia Senja
Dengarkan Rekaman Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Suasana penuh kehangatan spiritual kembali menyelimuti Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul pada Ahad pagi ini. Puluhan jamaah tampak memadati ruang utama masjid sejak pelaksanaan shalat Subuh berjamaah yang diimami langsung oleh Ustadz Bagus Abu Alula. Usai mendirikan shalat, agenda langsung disambung dengan majelis ilmu rutin, yakni Kajian Ahad Pagi yang kali ini mengangkat tema mendalam tentang pedoman hidup dan refleksi diri.

 

Mengawali ceramahnya, Ustadz Bagus Abu Alula mengajak jamaah untuk senantiasa meluruskan niat dan bersyukur karena Allah SWT masih menggerakkan hati mereka untuk melangkah ke masjid dengan ceria demi menjemput rahmat-Nya.

 

Mengingat durasi kajian yang beriringan dengan agenda ramah tamah warga, Ustadz Bagus memfokuskan pembahasan pada materi penting mengenai "10 Amalan Utama di Usia Senja"—sebuah fase krusial bagi manusia setelah melewati usia 40 tahun untuk semakin mendekatkan diri kepada akhirat.

 

Di tengah penyampaian materi, beliau sempat menyinggung bagaimana kuatnya arus tren dunia modern saat ini, seperti gempuran budaya luar dan skincare yang sengaja dikonsep oleh pihak-pihak tertentu untuk mengalihkan fokus umat Islam dari esensi ibadah.

"Umat Islam saat ini harus memiliki benteng dan tren sendiri yang bersumber dari masjid. Melalui momentum usia senja ini, perhatian kita harus dialihkan sepenuhnya untuk memperbaiki urusan agama, karena jika Allah sudah membukakan jalan akhirat bagi hamba-Nya, maka Allah akan kuatkan kemauan hamba tersebut untuk beribadah."

Ustadz Bagus kemudian menjabarkan secara rinci amalan-amalan yang harus dijaga dan diperbaiki di usia senja:

  • Menjaga Shalat Tepat Waktu (In Time): Bukan sekadar on time (di dalam waktunya) yang dikerjakan mepet dengan waktu shalat berikutnya, melainkan di awal waktu terbaik (Allah waqtiha). Memperbaiki shalat akan otomatis memperbaiki urusan dunia dan agama seorang hamba.

  • Memperbaiki Bacaan Al-Quran (Tahsin): Beliau mencontohkan Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman As-Sudais, yang hingga kini masih terus melakukan tahsin bersama para syekh lainnya demi menyempurnakan makharijul huruf. Membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid secara otomatis akan menambah kekhusyukan di dalam shalat.

  • Mendawamkan Istighfar: Merutinkan bacaan istighfar minimal 100 kali sehari untuk memohon ampunan. Ustadz Bagus menganalogikan istighfar seperti fungsi helm (mikhfarun) di jalan raya yang bertugas melindungi sekaligus menutup kepala dari bahaya, bukan sekadar karena takut kepada polisi.

  • Memperbanyak Zikrullah: Zikir harus terus dibasahi di lisan. Beliau berpesan bahwa para pemuda justru harus lebih banyak berzikir karena keinginan dan kebutuhan dunianya masih banyak, sementara orang tua biasanya hanya fokus pada dua keinginan besar: wafat dalam keadaan husnul khotimah dan diberikan kesehatan untuk beribadah.

  • Menghadiri Lisan dari Perbuatan Fasik dan Rofas: Menghindari ucapan saru (kotor) serta rasan-rasan (ghibah) yang sering kali menjadi penyakit hati di tengah masyarakat. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir diwajibkan untuk berkata baik atau diam.

  • Merutinkan Sedekah: Melatih diri untuk rajin bersedekah meski dalam jumlah sedikit. Di era digital, sedekah bahkan bisa dimulai dari hal termudah, seperti membagikan info kebaikan dan kebenaran melalui media sosial.

  • Meluruskan Niat di Setiap Amal: Allah hanya akan menilai suatu perbuatan sebagai amal salih jika sejak awal diniatkan tulus karena-Nya, termasuk saat hendak melaksanakan ibadah haji dan umrah agar fokus ibadah tidak terganggu oleh urusan belanja atau kesibukan duniawi.

  • Merawat Silaturahim: Menjaga hubungan baik antar sesama warga sebagai wasilah untuk diluaskan rezeki, dimudahkan urusan, dan disehatkan badan.

  • Memperbanyak Sholawat kepada Rasulullah SAW: Sholawat adalah amalan istimewa yang tetap diterima oleh Allah SWT. Namun, beliau mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam glorifikasi (pemujaan berlebihan) terhadap figur tertentu yang mengaku wali demi menghindari penyesatan dan fitnah.

  • Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid: Datang ke pengajian dinilai tinggi oleh Allah, di mana Allah akan menurunkan sakinah (ketenangan jiwa) yang tidak bisa dibeli dengan harta atau uang.

Kajian yang dikemas secara renyah, interaktif, dan penuh humor segar ini sukses membuat para jamaah bertahan dengan antusias hingga akhir acara. Selepas doa bersama dilantunkan, suasana kebersamaan di Masjid As-Salam Sutopadan semakin terasa lengkap dengan adanya agenda "Santa Pagi" atau sarapan bersama yang telah disiapkan oleh pihak takmir.

 

Acara ini menjadi ruang silaturahim yang hangat bagi warga untuk saling menyapa dan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan kampung.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.