Pengajian

Menatap Masjidil Aqsa dari Sutopadan: Ustadz Eka Jatmika Bedah Sejarah Pembebasan dan Keutamaan Tanah Para Nabi

A
Admin As-Salam
26 Juli 2026 4 mnt baca 9 views
Menatap Masjidil Aqsa dari Sutopadan: Ustadz Eka Jatmika Bedah Sejarah Pembebasan dan Keutamaan Tanah Para Nabi
Dengarkan Rekaman Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Semangat jamaah dalam menuntut ilmu tak pernah surut di Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul. Sejak waktu Subuh, ruang utama masjid telah dipadati oleh warga sekitar dan jamaah dari berbagai daerah yang hadir untuk mendirikan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan agenda rutin Kajian Ahad Pagi. Majelis ilmu kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Eka Jatmika.

 

Membuka tausiyahnya dengan suasana santai dan penuh keakraban, Ustadz Eka sempat berkelakar mengenai durasi waktu kajian agar tidak mengurangi kekhusyukan jamaah yang sudah bersiap mengikuti agenda ramah tamah setelah pengajian. Usai memanjatkan puji syukur dan shalawat, beliau mengajak jamaah mengalihkan pandangan rohani menuju salah satu tempat paling suci dan bersejarah dalam Islam, yakni Masjidil Aqsa.

Jejak Panjang Penjajahan dan Perjuangan Para Sahabat

Ustadz Eka Jatmika mengurai kilas balik sejarah penjajahan Masjidil Aqsa di era modern yang secara resmi bermula sejak tahun 1917 di bawah mandat Inggris pasca-Perang Dunia Pertama, hingga berlanjut pada peristiwa tahun 1948. Beliau menggarisbawahi bahwa secara kebahasaan, sematan nama "Israel" pada pihak penjajah sejatinya tidak tepat. Kata Israel berasal dari bahasa Ibrani yang merujuk pada gelar Nabi Ya'qub AS, yang dalam bahasa Arab bermakna Abdullah (Hamba Allah).

 

Beliau juga menyoroti bagaimana gelombang simpati terhadap kemerdekaan Palestina kini datang dari berbagai belahan dunia tanpa memandang latar belakang. Dukungan moral tersebut mengalir dari masyarakat global, termasuk aksi solidaritas dari berbagai negara di Eropa dan Amerika hingga tokoh-tokoh olahraga dunia.

 

Mengambil pelajaran dari sejarah, Ustadz Eka menjelaskan bahwa kondisi Masjidil Aqsa di masa Rasulullah SAW sejatinya juga berada di bawah cengkeraman penjajahan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Rasulullah SAW telah meletakkan fondasi perjuangan pembebasan melalui tiga tahapan strategis:

  • Al-I'dad Al-Ma'rifi: Persiapan dan pembekalan keilmuan bagi para sahabat.

  • Al-I'dad As-Siyasi: Persiapan dan konsolidasi politik, terutama pasca-Perjanjian Hudaibiyah.

  • Al-I'dad Al-Asykari: Persiapan pertahanan dan ketahanan militer setelah peristiwa Fathu Makkah.

Estafet perjuangan ini kemudian dilanjutkan pada masa Kepemimpinan Abu Bakar As-Shiddiq dan berhasil dituntaskan pada era Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Dibutuhkan waktu perjalanan panjang selama 28 tahun—sejak awal kenabian hingga kepemimpinan Umar—sebelum akhirnya Baitul Maqdis berhasil dibebaskan secara damai.

Kebijakan Agung Umar bin Khattab dan Tangisan Sahabat

Salah satu puncak sejarah yang menggetarkan hati adalah saat penyerahan kunci Baitul Maqdis dari Patriarch Sophronius kepada Umar bin Khattab. Saat tiba di lokasi, kawasan Masjidil Aqsa dalam kondisi memprihatinkan karena dijadikan tempat pembuangan sampah oleh penguasa Bizantium.

"Ketika waktu Dhuhur tiba, Patriarch Sophronius mempersilakan Umar bin Khattab untuk shalat di dalam Gereja Makam Kudus. Namun, dengan kearifan yang luar biasa, Umar menolak secara halus. Beliau berkata bahwa jika ia shalat di dalam gereja tersebut, dikhawatirkan umat Islam di masa depan akan mengubah gereja tersebut menjadi masjid. Umar kemudian memilih membersihkan lokasi di sebelah selatan gereja untuk mendirikan shalat—lokasi yang kini berdiri kokoh sebagai Masjid Umar bin Khattab, sementara gereja tersebut tetap utuh hingga hari ini."

Momen bersejarah itu makin mengharukan ketika Umar meminta Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan. Bilal, yang sejak wafatnya Rasulullah SAW tidak pernah lagi mengumandangkan adzan karena rasa duka yang mendalam, akhirnya bersedia mengumandangkan adzan atas permintaan khusus Amirul Mukminin. Suara adzan Bilal seketika membuat seluruh sahabat meneteskan air mata kerinduan kepada Rasulullah SAW, dengan tangisan paling keras terdengar dari sang panglima perang, Abu Ubaidah bin Jarrah.

5 Keutamaan Agung Masjidil Aqsa dalam Syariat

Sebagai penutup kajian, Ustadz Eka Jatmika memaparkan lima keutamaan utama Masjidil Aqsa yang menjadikannya begitu dicintai oleh Rasulullah SAW dan para sahabat:

  • Kiblat Pertama Umat Islam: Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Al-Bara bin Azib, Rasulullah SAW dan para sahabat mendirikan shalat menghadap Baitul Maqdis selama 16 hingga 17 bulan di awal masa kenabian, sebelum akhirnya arah kiblat dipindahkan menuju Ka'bah di Masjidil Haram.

  • Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi: Dalam hadits riwayat Abu Dzar RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi, dengan selang waktu 40 tahun setelah pembangunan Masjidil Haram.

  • Tempat Berkah dan Lokasi Isra Mi'raj: Sebagaimana dimaktubkan dalam Al-Quran Surah Al-Isra ayat 1, Masjidil Aqsa adalah tempat yang diberkahi sekelilingnya, sekaligus menjadi titik awal keberangkatan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha.

  • Tempat Shalat Berjamaah Seluruh Nabi: Saat peristiwa Isra, Rasulullah SAW mengimami shalat dua rakaat yang diikuti oleh seluruh nabi dan rasul di Baitul Maqdis, menjadi simbol bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.

  • Tanah Suci yang Diidamkan Nabi Musa AS: Sebelum wafat, Nabi Musa AS memohon kepada Allah agar jasadnya didekatkan dengan Tanah Suci Baitul Maqdis, menunjukkan betapa mulianya kawasan tersebut di mata para nabi.

Kajian Ahad Pagi yang penuh akan wawasan sejarah dan nilai keimanan ini diakhiri dengan doa kafaratul majelis secara bersama-sama. Usai majelis dibubarkan, keakraban para jamaah dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan menikmati hidangan sarapan bersama di halaman Masjid As-Salam Sutopadan.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.

Layanan ZIS As-Salam

Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda

Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.

BSI

Bank Syariah Indonesia (451)

7325 1906 68

Atas Nama Rekening

ZIS ASSALAM SUTOPADAN

Konfirmasi & Donasi via Web

Transaksi Aman & Terverifikasi