Pengajian

Bedah 17 Dosa Besar Menurut Abu Talib Al-Makki, Ustadz Sukirman Ingatkan Bahaya Syirik Hingga Pentingnya Bakti Orang Tua

A
Admin As-Salam
06 Agustus 2026 4 mnt baca 9 views
Bedah 17 Dosa Besar Menurut Abu Talib Al-Makki, Ustadz Sukirman Ingatkan Bahaya Syirik Hingga Pentingnya Bakti Orang Tua
Rekaman Audio Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Kehangatan ukhuwah Islamiyah kembali memenuhi ruang utama Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul pada agenda rutin Kajian Ahad Pagi. Puluhan jamaah dari berbagai kalangan—mulai dari tokoh masyarakat, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda dan anak-anak—tampak khusyuk mendirikan shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan pengajian. Majelis ilmu kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Sukirman.

 

Membuka tausiyahnya dengan bahasa yang komunikatif dan diselingi kelakar khas, Ustadz Sukirman mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji syukur atas nikmat iman dan kesehatan sehingga dapat terus melangkahkan kaki ke rumah Allah. Beliau kemudian membawa jamaah untuk membedah tema krusial mengenai klasifikasi dosa, khususnya pemahaman mendalam tentang 17 dosa besar (akbair) berdasarkan pandangan ulama klasik Abu Talib Al-Makki.

Memahami Hirarki Dosa: Dosa Kecil yang Bisa Menjadi Besar

Mengawali kajian, Ustadz Sukirman menjelaskan bahwa dosa secara umum terbagi menjadi dosa besar, dosa kecil, serta dosa kecil yang dapat bertransformasi menjadi dosa besar akibat dilakukan secara terus-menerus (istimrar). Beliau menyitir nasihat Rasulullah SAW bahwa tidak ada dosa kecil jika dikerjakan secara konsisten, dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar dan tobat yang tulus.

"Dosa kecil yang diremehkan dan diulang setiap hari lama-kelamaan akan menumpuk dan menjadi dosa besar. Sebaliknya, sebesar apa pun dosa seseorang, jika ia benar-benar menyesal dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan tobat nasuha, maka pintu ampunan Allah selalu terbuka luas."

Pemetaan 17 Dosa Besar Berdasarkan Anggota Tubuh

Merujuk pada pemikiran ulama sufi Abu Talib Al-Makki, Ustadz Sukirman merincikan 17 dosa besar yang dikelompokkan secara anatomis berdasarkan letak perbuatannya pada anggota tubuh manusia:

  • 4 Dosa Besar Berada di Hati:

    • Syirik (Mensekutukan Allah): Dosa paling berat yang sering kali tidak disadari karena sifatnya yang sangat samar, ibarat semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di kegelapan malam.

    • Terus-menerus Berbuat Maksiat: Meremehkan perbuatan dosa dan mengulangnya tanpa ada niat untuk berhenti.

    • Putus Asa dari Rahmat Allah: Kehilangan harapan akan pertolongan dan kasih sayang Allah SWT.

    • Merasa Aman dari Siksa Allah: Berbuat dosa tanpa ada rasa takut sedikit pun akan ancaman azab Allah.

  • 4 Dosa Besar Berada di Lisan:

    • Saksi Palsu: Memberikan kesaksian yang tidak sesuai dengan kenyataan.

    • Sumpah Palsu: Menggunakan nama Allah demi mengelabui atau mencari keuntungan duniawi.

    • Menuduh Wanita Baik-baik Berbuat Zina (Qadhaf): Melemparkan tuduhan keji tanpa bukti syar'i.

    • Mengamalkan Sihir: Termasuk di dalamnya praktik pelet, gendam, dan penggunaan jimat pemikat yang merusak akidah.

  • 3 Dosa Besar Berada di Perut:

    • Minuman Keras (Miras/Khamr): Induk dari segala kejahatan yang merusak akal dan memicu dosa-dosa besar lainnya.

    • Memakan Harta Anak Yatim: Mengambil atau menyalahgunakan hak milik anak yatim secara zalim.

    • Memakan Riba: Bertransaksi menggunakan sistem bunga yang menindas dan merugikan orang lain.

  • 2 Dosa Besar Berada di Tangan:

    • Mencuri: Mengambil harta milik orang lain yang bukan haknya.

    • Membunuh: Merenggut nyawa manusia tanpa hak dan alasan yang dibenarkan oleh syariat.

  • 2 Dosa Besar Berada di Kemaluan:

    • Zina: Hubungan seksual di luar pernikahan yang sah.

    • Homoseksual: Penyimpangan perilaku seksual yang dilaknat oleh agama.

  • 1 Dosa Besar Berada di Kaki:

    • Lari dari Medan Peperangan: Melarikan diri dan berkhianat saat membela agama Allah di garis depan.

  • 1 Dosa Besar Melibatkan Seluruh Anggota Badan:

    • Durhaka Kepada Kedua Orang Tua (Uququl Walidain): Menyakiti perasaan maupun fisik orang tua melalui perkataan maupun perbuatan.

Menjaga Lisan dan Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua

Pada porsi pembahasan khusus, Ustadz Sukirman menekankan pentingnya menjaga lisan dan jemari di era digital. Pepatah ajining diri merga seka lathi (kehormatan seseorang berasal dari ucapannya) menjadi pengingat agar setiap ucapan dan tulisan di media sosial senantiasa mendatangkan kebaikan, bukan fitnah atau sumpah palsu.

 

Beliau juga membedah secara emosional poin dosa besar ke-17, yaitu durhaka kepada orang tua. Mengutip Surah Luqman ayat 14, beliau menggambarkan betapa besar pengorbanan seorang ibu yang mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah (wahnan 'ala wahnin) serta menyusui hingga dua tahun. Oleh karena itu, mendoakan orang tua—terutama yang telah wafat—setiap selesai shalat merupakan kewajiban moral seorang anak shalih agar pahala dan keberkahan terus mengalir kepada almarhum di alam kubur.

Syarat Utama Tobat Nasuha

Mengakhiri kajiannya, Ustadz Sukirman membagikan empat langkah nyata bagi siapa saja yang ingin bersuci dari dosa melalui tobat nasuha:

  • Seketika menghentikan perbuatan maksiat tersebut.

  • Menyesali kesalahan dengan tulus dan berikrar tidak akan mengulanginya.

  • Mengganti kebiasaan buruk dengan memperbanyak amal-amal shalih.

  • Melakukan migrasi (hijrah) dari lingkungan atau tempat yang kurang baik menuju lingkungan yang lebih religius dan kondusif.

Kajian Ahad Pagi ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sukirman. Jamaah memohon keselamatan, keberkahan rezeki, serta keteguhan iman agar terhindar dari marabahaya dosa besar. Usai pembacaan Surah Al-Fatihah dan hamdalah, majelis ilmu pun berakhir dengan penuh kehangatan ukhuwah Islamiyah antarwarga di lingkungan Masjid As-Salam Sutopadan.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.

Layanan ZIS As-Salam

Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda

Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.

BSI

Bank Syariah Indonesia (451)

7325 1906 68

Atas Nama Rekening

ZIS ASSALAM SUTOPADAN

Konfirmasi & Donasi via Web

Transaksi Aman & Terverifikasi

Bedah 17 Dosa Besar Menurut Abu Talib Al-Makki, Ustadz Sukirman Ingatkan Bahaya Syirik Hingga Pentingnya Bakti Orang Tua
00:00