Pengajian

Tuan Rumah Pengajian PRM-PRA Ngestiharjo Tengah, Masjid As-Salam Bedah 3 Pilar Keikhlasan dan Kedisiplinan Berorganisasi

A
Admin As-Salam
29 Juli 2026 4 mnt baca 5 views
Tuan Rumah Pengajian PRM-PRA Ngestiharjo Tengah, Masjid As-Salam Bedah 3 Pilar Keikhlasan dan Kedisiplinan Berorganisasi
Dengarkan Rekaman Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Ruang utama Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul kembali menjadi pusat syiar keislaman yang hangat pada Ahad pagi. Pada kesempatan kali ini, Masjid As-Salam mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pengajian Rutin Ahad Pagi yang digagas oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Ngestiharjo Tengah.

 

Majelis ilmu ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota PRM-PRA Ngestiharjo Tengah, para tokoh persyarikatan, serta jamaah dan warga masyarakat di sekitar lingkungan Masjid As-Salam Sutopadan. Tausiyah pada pagi hari ini disampaikan langsung oleh Ustadz Asep Shalahudin, S.Ag. M.Pd.I.

 

Membuka ceramahnya dengan nada humoris, Ustadz Asep sempat membagikan pengalamannya menyusuri rute menuju Masjid As-Salam dari arah jalan Pak Tino Sidin. Beliau juga berkelakar mengenai bedanya peran antara menjadi seorang penceramah (khatib) dan pendengar (mustami'), di mana menjadi pendengar sering kali membutuhkan perjuangan berat melawan rasa kantuk di Subuh hari. Usai mukadimah, beliau membawa jamaah untuk mendalami kembali pedoman hidup beragama dan berorganisasi secara ikhlas dan disiplin.

Napak Tilas Pak AR Fachruddin: Asbabul Wurud Pedoman Hidup

Sebelum mengurai materi utama, Ustadz Asep Shalahudin menceritakan latar belakang sejarah (asbabul wurud) terbitnya Instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 1980 mengenai Pedoman Hidup Beragama. Gagasan ini berawal dari kebiasaan mulia tokoh legendaris Muhammadiyah, Allahuyarham K.H. AR Fachruddin.

 

Kala itu, Pak AR sering kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pengawalan ke masjid-masjid di saat waktu Subuh tiba. Beliau ingin melihat langsung realitas kehidupan beragama pengurus dan warga persyarikatan di tingkat akar rumput (grassroots). Keprihatinan timbul saat mendapati masjid yang masih sepi dan belum dihadiri oleh jajaran pengurusnya di waktu shalat Subuh. Dari rekam jejak historis itulah lahir tiga instruksi penting yang meskipun telah berusia empat dekade, nilainya masih sangat relevan untuk diimplementasikan hingga saat ini.

3 Instruksi Pokok Hidup Beragama dan Berorganisasi

Ustadz Asep Shalahudin membedah tiga poin utama instruksi tersebut yang wajib dirawat oleh setiap muslim, khususnya para aktivis dan pengurus persyarikatan:

  • 1. Ikhlas dalam Beramal dan Tajdidul Ikhlas: Merujuk pada Al-Quran Surah Al-Bayyinah ayat 5, setiap aktivitas di Amal Usaha Muhammadiyah (seperti sekolah, rumah sakit, hingga masjid) harus didasari oleh niat murni karena Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya melakukan tajdidul ikhlas (memperbarui keikhlasan) setiap hari.

"Setiap kali kita berkiprah di Amal Usaha maupun di tengah masyarakat, tanyakan pada diri sendiri sebelum tidur: apakah khidmah kita hari ini murni karena Allah atau karena ingin dilihat manusia? Jika niat ikhlas itu melenceng, maka amalannya tidak akan diterima di sisi Allah. Oleh karena itu, memperbarui keikhlasan adalah kunci utama agar perjuangan tidak berujung sia-sia."

  • 2. Menepati Janji dan Kedisiplinan Waktu: Mengutip Surah Al-Isra ayat 34 dan An-Nisa ayat 58, Ustadz Asep menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap mengabaikan ketepatan waktu dalam agenda rapat atau pengajian. Beliau menyentil fenomena unik di mana orang bisa sangat tepat waktu saat menghadiri undangan resepsi pernikahan, namun sering terlambat saat menghadiri rapat organisasi. Beliau mengingatkan agar antar-pengurus saling mengingatkan (wa tawaasau bil haqqi wa tawaasau bis-sabr) secara santun jika ada anggota yang tidak hadir, serta mendorong tumbuhnya budaya tahu diri dan kedisiplinan yang tinggi.

  • 3. Menjaga Shalat Awal Waktu, Berjamaah, dan Memahami Maknanya: Poin ketiga menekankan pentingnya mendirikan shalat di awal waktu dan mengutamakannya secara berjamaah. Di lembaga-lembaga atau instansi, seluruh aktivitas hendaknya dihentikan sejenak ketika azan berkumandang.

Pentingnya Memahami Tarjamah Bacaan Shalat

Sebagai penutup materi, Ustadz Asep memberikan penekanan mendalam mengenai kualitas ibadah shalat. Beliau mengajukan pertanyaan reflektif: mengapa masih ada orang yang rutin shalat namun perilakunya di luar masjid masih diwarnai oleh tindakan kurang terpuji seperti korupsi atau membicarakan keburukan orang lain?

 

Jawaban utamanya terletak pada pemahaman makna. Banyak orang yang sekadar melakukan shalat tanpa memahami arti dan terjemahan dari setiap bacaan yang dilafalkannya. Dengan mempelajari dan meresapi makna kalimat-kalimat shalat, ibadah tersebut akan berubah menjadi benteng spiritual yang ampuh untuk mencegah perbuatan keji dan munkar dalam kehidupan sehari-hari.

 

Rangkaian Pengajian Rutin Ahad Pagi PRM-PRA Ngestiharjo Tengah di Masjid As-Salam Sutopadan ini ditutup dengan doa bersama. Usai majelis dibubarkan, kebersamaan antar-jamaah dan pengurus persyarikatan berlanjut dengan ramah tamah yang hangat di halaman masjid.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.

Layanan ZIS As-Salam

Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda

Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.

BSI

Bank Syariah Indonesia (451)

7325 1906 68

Atas Nama Rekening

ZIS ASSALAM SUTOPADAN

Konfirmasi & Donasi via Web

Transaksi Aman & Terverifikasi