Pengajian

Penuh Tawa dan Renungan di Malam Jumat Wage, Ustadz Wuntat Sembodo Gembleng Generasi Qurani

A
Admin As-Salam
31 Juli 2026 4 mnt baca 11 views
Penuh Tawa dan Renungan di Malam Jumat Wage, Ustadz Wuntat Sembodo Gembleng Generasi Qurani
Dengarkan Rekaman Kajian 00:00 / 00:00

BANTUL - Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai ruang utama Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul pada agenda rutin Pengajian Majuwa (Malam Jumat Wage). Ratusan jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak antusias memadati masjid. Kajian kali ini terasa sangat istimewa dan semarak dengan kehadiran penceramah yang dikenal humoris namun sarat makna, yaitu Ustadz Wuntat Wawan Sembodo, S.Ag.

 

Membuka majelis dengan sapaan yang membakar semangat, Ustadz Wuntat mendoakan seluruh jamaah yang menjawab salamnya agar segera dipanggil oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, diberkahi rezekinya, dan dikaruniai anak-anak yang shalih dan shalihah.

 

Seusai menyitir Surah Al-Furqan ayat 74 tentang doa memohon keluarga yang menjadi penyejuk hati (qurrata a'yun), beliau langsung membakar semangat jamaah agar bersiap menerima pesan-pesan berharga. Pendekatan interaktif dan gaya penyampaiannya yang jenaka seketika mencairkan suasana, membuat seluruh hadirin—baik dewasa maupun anak-anak—memusatkan perhatian penuh pada kajian malam itu.

Analogi Kereta Api: Usia yang Terus Berkurang

Di balik gaya penyampaiannya yang penuh gelak tawa, Ustadz Wuntat memberikan tamparan rohani yang tajam mengenai hakikat waktu dan kematian. Beliau mengibaratkan perjalanan hidup manusia seperti seseorang yang sedang berdiri di tengah rel saat kereta api melaju kencang ke arahnya.

"Kereta api yang melaju itu adalah ibarat usia kita. Saat ada bahaya datang, tentu seseorang yang menyayangi kita akan bergegas menarik, mendorong, atau menjatuhkan kita agar selamat dari tabrakan mematikan tersebut, meski kita harus terjatuh dan berdarah. Banyak orang merayakan ulang tahun dengan doa 'panjang umur', padahal hakikatnya jatah usia mereka di dunia sedang dipotong. Waktu kita mungkin bertambah, namun sisa usia kita sejatinya semakin berkurang."

Beliau mengingatkan bahwa panggilan Allah SWT senantiasa datang dengan kelembutan, seperti suara azan dari para muazin yang mengajak shalat. Namun, jika panggilan lembut itu diabaikan, bukan tidak mungkin Allah akan "memanggil" dengan cara yang lebih keras demi menyelamatkan hamba-Nya, baik melalui musibah alam, penyakit, maupun ketidaktenangan hati.

Sindiran Halus untuk Orang Tua: "Tepuk Bapak-Ibu Shalih"

Berinteraksi langsung dengan jamaah anak-anak, Ustadz Wuntat mengajak mereka mempraktikkan "Tepuk Anak Saleh". Namun, momen ini justru menjadi ajang autokritik bagi para orang tua.

Beliau menyentil fenomena di mana orang tua rajin menyuruh anaknya mengaji atau pergi ke masjid, namun mereka sendiri justru enggan melakukannya.

 

"Ternyata yang shalih cuma anaknya. Kalau anak disuruh masuk surga tapi bapak-ibunya tidak mau beribadah, ya sama saja bohong," kelakar Ustadz yang pernah berkiprah di percetakan Iqro Kotagede ini. Beliau menambahkan analogi jenaka bahwa masuk Kebun Binatang Gembira Loka saja harus membayar mahal hanya untuk melihat hewan, apalagi masuk surga; tentu tidak gratis, melainkan harus dibayar dengan ibadah dan ketaatan.

Mukjizat Al-Qur'an dan Lahirnya Generasi 4G

Dalam upaya memotivasi anak-anak dan generasi muda Masjid As-Salam, Ustadz Wuntat mendorong mereka untuk memiliki cita-cita yang tinggi—bukan sekadar menjadi polisi, melainkan Kapolri; bukan sekadar dokter, tapi pemilik rumah sakit. Syarat utamanya adalah memiliki otak yang cerdas, amal yang lurus, dan hati yang bersih. Dan satu-satunya "deterjen" yang mampu membersihkan kotoran hati hanyalah Al-Qur'an.

 

Beliau memaparkan bukti kebesaran Al-Qur'an yang melampaui zaman. Teknologi telekomunikasi modern seperti jaringan 4G sejatinya terinspirasi dari peristiwa Isra Mi'raj dalam Surah Al-Isra, di mana perjalanan kilat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (berjarak lebih dari 1.200 km) menggunakan Buraq menjadi inspirasi perpindahan sinyal secepat kilat. Penemu konsep teknologi 4G tersebut tak lain adalah ilmuwan Muslim kebanggaan Indonesia, Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar.

Sukseskan Program M5A, Tinggalkan "Mo Limo"

Sebagai penutup yang aplikatif, Ustadz Wuntat mengajak pengurus takmir dan seluruh jamaah untuk meninggalkan penyakit masyarakat "Mo Limo" (Main, Maling, Madat, Minum, Madon) dan menggantinya dengan program kebaikan M5A:

  • Membaca Al-Qur'an

  • Memahami Al-Qur'an

  • Mengamalkan Al-Qur'an

  • Memasyarakatkan Al-Qur'an

  • Membela Al-Qur'an

Beliau memperingatkan dengan mengutip Surah Thaha ayat 124-126, bahwa mereka yang mengabaikan Al-Qur'an di dunia kelak akan dibangkitkan di Padang Mahsyar dalam keadaan buta, sebagai balasan atas kebutaan hati mereka terhadap ayat-ayat Allah semasa hidup.

 

Begitu majelis ditutup dengan doa kafaratul majelis, suasana khidmat seketika mencair menjadi kehangatan luar biasa. Seluruh jamaah, mulai dari jajaran takmir, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak, langsung berbaur di serambi dan halaman masjid untuk menikmati hidangan bakso hangat yang telah disediakan oleh donatur.

 

Momen santap malam bersama ini tidak hanya mengenyangkan raga, tetapi juga semakin merekatkan tali ukhuwah Islamiyah antarwarga di lingkungan Masjid As-Salam Sutopadan.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.

Layanan ZIS As-Salam

Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda

Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.

BSI

Bank Syariah Indonesia (451)

7325 1906 68

Atas Nama Rekening

ZIS ASSALAM SUTOPADAN

Konfirmasi & Donasi via Web

Transaksi Aman & Terverifikasi