BANTUL – Jamaah Masjid As-Salam Sutopadan kembali memadati ruang utama masjid untuk mengikuti agenda rutin Kajian Ahad Pagi (KAP). Kajian yang berlangsung penuh kehangatan dan kekhusyukan ini menghadirkan penceramah Ustadz Dedy Triyono. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengupas secara mendalam kandungan Surah An-Nahl ayat 90 yang memuat pedoman hidup utama seorang muslim, mencakup tiga perintah dan tiga larangan Allah SWT.
Pentingnya Mengulang dan Mengamalkan Ilmu
Acara dibuka dengan pembacaan muqaddimah dan rasa syukur atas nikmat kesehatan serta kesempatan beribadah di Masjid As-Salam. Dalam awal ceramahnya, Ustadz Dedy Triyono mengingatkan bahwa dalam menuntut ilmu, pengulangan materi adalah hal yang sangat krusial.
"Mengaji itu perlu kita ulang-ulang agar kita bisa lebih paham, dan yang paling penting adalah apakah materi tersebut sudah kita amalkan atau belum dalam kehidupan sehari-hari," tutur beliau di hadapan para jamaah. Beliau mencontohkan bagaimana para sahabat Nabi SAW dahulu menghafalkan 10 ayat Al-Qur'an dan langsung mengamalkannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.
Intisari Surah An-Nahl Ayat 90: Rangkuman Ajaran Islam
Ustadz Dedy Triyono menjelaskan bahwa para ulama menyebut Surah An-Nahl ayat 90 sebagai salah satu ayat yang merangkum keseluruhan tugas dan aturan hidup manusia di dunia. Ayat tersebut berbunyi:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl: 90)
3 Perintah Utama Allah SWT
Dalam pemaparannya, beliau membedah secara rinci tiga perintah Allah yang terkandung dalam ayat tersebut:
1. Berbuat Adil (Al-'Adl)
Keadilan memiliki cakupan yang sangat luas. Bentuk keadilan tertinggi manusia kepada Allah adalah dengan mentauhidkan-Nya (tidak menyekutukan-Nya) dan beribadah murni hanya kepada-Nya karena Dialah Yang Maha Pencipta.
Selain itu, keadilan juga berlaku dalam ranah hukum dan sosial. Beliau mencontohkan ketegasan Rasulullah SAW saat peristiwa Fathul Makkah, di mana Nabi menolak kompromi hukum terhadap wanita bangsawan yang mencuri. Rasulullah SAW secara tegas bersabda bahwa seandainya Fatimah putri beliau sendiri yang mencuri, maka beliau sendiri yang akan memotong tangannya.
Beliau menekankan bahwa keadilan tidak berarti selalu sama rata, melainkan menempatkan sesuatu sesuai pada porsinya.
2. Berbuat Ihsan (Al-Ihsan)
Ketinggian maqam Ihsan berada di atas keadilan. Berbuat ihsan berarti melakukan kebaikan melebihi batas standar atau kewajiban.
Ustadz Dedy mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW saat berdakwah di Thaif. Meski diusir dan dilempari batu hingga terluka, beliau menolak tawaran malaikat penjaga gunung untuk menghancurkan penduduk Thaif. Sebaliknya, Nabi SAW justru mendoakan kebaikan agar keturunan mereka kelak menjadi hamba yang beriman. Dalam kehidupan sehari-hari, berbuat ihsan dapat diwujudkan dengan memaafkan kesalahan orang lain atau meringankan beban orang yang berutang.
3. Membantu Kerabat dan Sanak Saudara (I'ta-i Dzil Qurba)
Perintah ketiga adalah memberikan bantuan dan bersedekah mengutamakan keluarga terdekat, seperti orang tua, anak, istri, serta saudara kandung.
Membantu kerabat memiliki keutamaan pahala ganda di sisi Allah SWT, yaitu pahala bersedekah sekaligus pahala menyambung tali silaturahmi. Beliau juga mengingatkan agar seorang anak tidak perhitungan terhadap kebaikan orang tua dan tidak mengungkit-ungkit bantuan yang telah diberikan.
3 Larangan yang Harus Dijauhi
Sebaliknya, Allah SWT juga menegaskan tiga perkara merusak yang wajib dihindari oleh setiap muslim:
-
Perbuatan Keji (Al-Fahsya'): Perbuatan dosa atau maksiat yang dampak buruknya merugikan dan menzalimi diri sendiri, seperti mengonsumsi minuman keras, sifat kikir/pelit, hingga meninggalkan shalat.
-
Perbuatan Mungkar (Al-Munkar): Perbuatan dosa yang dampaknya meluas dan merugikan orang lain atau lingkungan masyarakat. Contoh nyata yang sering ditemui adalah membuang sampah sembarangan di sungai/tempat umum serta perbuatan zina yang merusak garis keturunan (nasab).
-
Permusuhan dan Kezaliman (Al-Baghyi): Memelihara rasa benci dan permusuhan sesama muslim. Beliau mengingatkan hadits Nabi bahwa mendiamkan saudara muslim tidak boleh lebih dari tiga hari. Kebencian dan permusuhan akan menutup mata seseorang dari melihat kebaikan orang lain serta menghalangi terangkatnya doa ke langit.
Penutup dan Doa untuk Bangsa
Mengakhiri kajiannya, Ustadz Dedy Triyono mengajak seluruh jamaah untuk memaksa diri mengamalkan tiga perintah dan menjauhi tiga larangan Allah tersebut agar tercipta kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan. Beliau juga mengajak jamaah untuk mendoakan para pimpinan bangsa agar senantiasa mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah SWT.
Topik Terkait:
Penulis Berita
Admin As-Salam
Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.
Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda
Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.
Bank Syariah Indonesia (451)
7325 1906 68
Atas Nama Rekening
ZIS ASSALAM SUTOPADAN
Transaksi Aman & Terverifikasi