BANTUL - Langkah kaki puluhan jamaah kembali memakmurkan ruang utama Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul pada agenda rutin Kajian Ahad Pagi. Diawali dengan pelaksanaan shalat Subuh berjamaah yang khusyuk, majelis ilmu kali ini dibersamai oleh Ustadz Zaki Afnan. Sebelum membedah materi inti, Ustadz Zaki menuntun seluruh jamaah untuk melafalkan doa memohon ilmu yang bermanfaat ('ilman nafi'a), rezeki yang halal (rizqan thayyiba), dan amal yang diterima ('amalan mutaqabbala), serta doa memohon kemudahan dalam setiap urusan hidup.
Filosofi Hidayah dan Keterikatan Hati pada Masjid
Mengimbangi suasana kajian yang hangat dan komunikatif, Ustadz Zaki Afnan membuka ceramahnya dengan mengulas Al-Qur'an Surah Al-Qasas ayat 56. Ayat ini menegaskan bahwa hidayah atau petunjuk merupakan hak prerogatif Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba yang dikasihi-Nya. Beliau menjelaskan bahwa hidayah yang paling nyata adalah ketika hati seorang hamba telah terpaut (bertaqarrub) dengan masjid dan kebiasaan beribadah.
"Hidayah itu hadir saat hati kita merasa gundah dan ada yang kurang ketika tidak melangkah ke masjid untuk mendirikan shalat berjamaah. Ketika shalat lima waktu sudah menjadi kebutuhan hidup, itulah tanda bahwa Allah SWT sedang menanamkan ketetapan iman dan petunjuk di dalam dada kita."
7 Tingkatan Hamba dalam Menjalankan Ibadah
Untuk membantu jamaah mengevaluasi kualitas iman masing-masing, Ustadz Zaki merincikan tujuh tingkatan atau derajat manusia dalam merespons panggilan ibadah:
- Tingkatan I (Tahunan): Seseorang yang mendirikan ibadah hanya pada momen-momen tertentu dalam setahun, seperti shalat Idul Fitri dan Idul Adha, serta menghadiri shalat Jumat jika sempat.
- Tingkatan II (Pekanan): Seseorang yang ibadahnya rutin dalam skala mingguan, seperti menghadiri shalat Jumat atau pengajian pekanan Ahad Subuh.
- Tingkatan III (Sak Sempat-e): Seseorang yang beribadah hanya jika memiliki waktu luang—jika sempat shalat ia shalat, jika sempat mengaji ia mengaji.
- Tingkatan IV (Mulai Tertata): Seseorang yang ibadahnya mulai terstruktur, seperti menjalankan puasa Ramadhan dan shalat Tarawih secara berkala.
- Tingkatan V (Peningkatan Kualitas): Seseorang yang sudah memenuhi shalat lima waktu secara penuh, diselingi dengan ibadah sunnah seadanya.
- Tingkatan VI (Tertata Rapi): Seseorang yang disiplin mendirikan shalat wajib di awal waktu, serta merutinkan shalat Dhuha, Tahajjud, dan majelis ilmu.
- Tingkatan VII (Puncak Istiqomah): Derajat spiritual tertinggi di mana seseorang konsisten mendirikan shalat lima waktu berjamaah di masjid, merutinkan ibadah sunnah, dan merasa gelisah jika melewatkan momentum beribadah.
3 Jenis Petunjuk dan Keseimbangan Ikhtiar
Lebih lanjut, Ustadz Zaki membedah Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim tentang pentingnya memohon hidayah. Beliau membagi petunjuk Allah menjadi tiga kelompok utama:
- Petunjuk Iman (diberikannya keimanan di dalam hati);
- Petunjuk Hati (diberikannya keteguhan dalam melangkah menuju kebaikan);
- Petunjuk Taqwa (puncak keimanan di mana hati bergetar jika lalai dari mengingat Allah).
Beliau juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai hubungan antara ikhtiar duniawi dan ibadah. Banyak orang giat bekerja tanpa diiringi ibadah dan mendapatkan kelancaran materi, namun kekayaan tersebut belum tentu mendatangkan keberkahan. Sebaliknya, ikhtiar yang bernilai ibadah adalah kerja keras yang dilandasi niat lurus, usaha yang halal (halalan thayyiban), serta kesabaran.
Memaknai Ibadah: Sebuah Kebutuhan, Bukan Sekadar Kewajiban
Sebagai penutup tausiyah, Ustadz Zaki Afnan mengajak jamaah untuk mengubah paradigma dalam memandang ibadah. Ketika seseorang menjadikan ibadah sebagai kebutuhan—bukan sekadar penumpasan kewajiban—maka seluruh aktivitas pekerjaannya akan bernilai ibadah, dan Allah SWT yang akan mencupi segala kebutuhan hidupnya di dunia maupun akhirat.
Beliau mengingatkan bahwa dua rakaat sebelum Subuh saja nilainya lebih baik daripada dunia beserta isinya. Oleh karena itu, kekayaan sejati yang patut dikejar oleh seorang mukmin adalah kekayaan akhirat yang kekal abadi melalui jalan ketakwaan. Majelis ilmu yang penuh kedamaian ini kemudian diakhiri dengan doa bersama secara khusyuk, memohon ampunan, keselamatan agama, keberkahan rezeki, serta akhir kehidupan yang husnul khatimah bagi seluruh jamaah Masjid As-Salam Sutopadan.
Topik Terkait:
Penulis Berita
Admin As-Salam
Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.
Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda
Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.
Bank Syariah Indonesia (451)
7325 1906 68
Atas Nama Rekening
ZIS ASSALAM SUTOPADAN
Transaksi Aman & Terverifikasi