BANTUL - Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu dengan kehangatan syiar Islam di Masjid As-Salam Sutopadan, Kasihan, Bantul. Pada agenda Kajian Ahad Pagi tanggal 16 Agustus 2026, puluhan jamaah lintas usia memadati ruang utama masjid sejak waktu fajar untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan majelis ilmu bersama Ustadz Ali Amran.
Membuka tausiyahnya, Ustadz Ali Amran mengajak jamaah merenungkan makna hakiki dari ungkapan "sehat wal afiat". Beliau menjelaskan bahwa afiat bukan sekadar kesehatan fisik belaka, melainkan kesehatan yang memberikan manfaat nyata untuk beribadah kepada Allah SWT serta menebar kebaikan bagi sesama manusia. Beliau juga mengapresiasi kebersamaan duduk bersisian di dalam masjid sebagai wujud kesetaraan dan kerukunan antar-jamaah.
Refleksi Kemerdekaan dan 7 Tanda Hati yang Lapang
Mengaitkan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI, Ustadz Ali menyentil realitas kehidupan sosial dengan seloroh khasnya, lalu mengarahkan jamaah pada esensi kemerdekaan jiwa yang sejati. Beliau menegaskan bahwa banyak orang yang rutin mendirikan shalat, berpuasa, dan berdzikir, namun jiwanya belum merasakan kelapangan.
"Banyak orang beribadah namun hatinya masih terasa sempit, penuh gundah, dan diselimuti emosi. Kemerdekaan rohani yang sejati dicapai ketika seorang hamba memiliki hati yang lapang. Kelapangan hati inilah yang menjadi kunci utama kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat kelak."
Untuk meraih kelapangan jiwa tersebut, Ustadz Ali Amran membedah 7 tanda utama hati yang lapang dan tenang:
-
1. Mudah Menerima Kebenaran: Hati yang lapang siap menerima kebenaran dari mana pun datangnya, baik dari Al-Qur'an, Rasulullah SAW, maupun dari rakyat dan anak kecil sekalipun. Beliau mengingatkan agar manusia menanggalkan ego pribadi dan berani menerima kritik demi kebaikan bersama.
-
2. Ringan Melakukan Ketaatan: Memiliki kesadaran tinggi untuk taat kepada Allah, Rasul, serta pemimpin yang amanah. Dalam ranah keluarga, hal ini diwujudkan melalui komunikasi yang harmonis dan saling menghormati antara suami dan istri.
-
3. Tidak Gampang Marah dan Dendam: Beliau menekankan bahwa 75% penyakit fisik (seperti gangguan asam lambung hingga resiko stroke) berakar dari penyakit hati dan pikiran yang dipenuhi amarah. Dzikir dan istighfar adalah penawar utama untuk membuang rasa dendam.
-
4. Qana'ah Terhadap Rezeki dan Fokus Pendidikan Akidah Anak: Bersyukur atas berapa pun materi yang diterima, serta menyadari bahwa rezeki terbesar adalah iman, kesehatan, dan anak-anak yang shalih. Beliau memberikan penekanan khusus agar orang tua tidak hanya mengejar kesuksesan duniawi anak, tetapi juga memastikan anak laki-laki mereka mampu mengimami shalat jenazah bagi orang tuanya kelak.
-
5. Tenang dalam Menerima Ujian: Pasrah dan bertawakkal penuh (Hasbunallah wa ni'mal wakil) di saat menghadapi kesulitan ekonomi maupun ujian hidup, dengan meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya penentu solusi terbaik.
-
6. Gembira Melihat Orang Lain Bahagia: Membuang jauh sifat hasad (iri hati) saat tetangga atau saudara mendapatkan nikmat. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, sebab tetanggalah pihak pertama yang akan datang menolong dan menggali liang kubur saat musibah kematian tiba.
-
7. Istiqomah dalam Muhasabah dan Dzikir: Merutinkan evaluasi diri (tafakur) serta membasahi lisan dengan dzikir sebagai bekal utama menyambut kematian dalam kondisi husnul khatimah.
Tausiyah berdurasi 30 menit tersebut diakhiri dengan lantunan dzikir dan doa munajat yang dipimpin langsung oleh Ustadz Ali Amran. Jamaah secara khusyuk memohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, keberkahan rezeki halal, serta agar seluruh keluarga dan anak keturunan warga Sutopadan senantiasa berada dalam naungan rahmat Allah SWT. Usai doa bersama, keakraban antar-jamaah dilanjutkan dengan ramah tamah yang hangat di halaman Masjid As-Salam Sutopadan.
Penulis Berita
Admin As-Salam
Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.
Salurkan Infaq & Sedekah Terbaik Anda
Mari bersama memakmurkan Masjid As-Salam Sutopadan. Setiap rupiah yang disalurkan insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada henti.
Bank Syariah Indonesia (451)
7325 1906 68
Atas Nama Rekening
ZIS ASSALAM SUTOPADAN
Transaksi Aman & Terverifikasi